Grafiti dapat kita artikan sebagai coretan-coretan pada dinding dengan menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, kalimat tertentu, dan lain-lain. Dapat kita ketahui sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur. Kebiasaan melukis di dinding ini bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.
Adapun fungsi membuat grafiti adalah sebagai berikut:
6)Bahasa rahasia kelompok tertentu.
9)Sarana ekspresi ketidak puasan terhadap keadaan sosial.
1)Sarana pemberontakan.
0)Sarana ekspresi ketakutan terhadap kondisi politik dan sosial.
Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.Maka dari itu, menurut saya pendidikan yang berkenaan tentang kesenian harus lebih ditingkatkan, agar kita dapat membuat seni yang lebih indah, berharga di mata masyarakat sekitar ataupun di mata Dunia Internasional.
Contoh Grafiti, menggunakan teknologi :



